Kamis, 09 Juli 2020

PTPN III Minta Dana Talangan Rp 4 Triliun Untuk Keperluan Investasi

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyatakan bahwa perusahaannya membutuhkan dana talangan didalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional sebagai dampak dari COVID-19 pada bidang perkebunan sebesar Rp 4 triliun.

Dirut PT PTPN III Holding Muhammad Abdul Gani menjelaskan bahwa dana talangan ini akan digunakan untuk keperluan investasi yang sempat tertunda karena keterbatasan dana serta tambahan modal kerja dalam meningkatkan produksi dan profitabilitas perusahaan.

"Aset, perbaikan pemupukan dan sebagainya segera akan kita pergunakan apda Agustus ini. Lalu terkait dengan skema pinjaman, kami tawarkan pinjaman melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Sarana Multi Infrastruktur (SMI), lalu ada pemerintah sebagai penjamin, itu kira-kira skemanya," kata Abdul pada RDP dengan DPR.

PTPN III Minta Dana Talangan Rp 4 Triliun Untuk Keperluan Investasi

Seluruh pinjaman pemerintah ini ditargetkan akan seluruhnya ditarik pada tahun 2020 ini dan pengembaliannya akan disesuaikan dengan instrumen yang digunakan. Namun, ia mengharapkan bahwa pengembalian ini baru dapat dilakukan ketika keuangan atau cashflow dari PTPN telah mengizinkan yaitu setelah tahun ke-8.

Ia pun sadar bahwa dana talangan ini merupakan pinjaman dari kas negara yang harus dikembalikan. Oleh karena itu pihaknya merencanakan akan membayar dana talangan ini pada tahun 2028.

"Kami merencanakan bahwa dana pinjaman ini dapat kami kembalikan pokoknya mulai 2028 artinya tahun kedelapan akan kami kembalikan dan dalam 3 tahun telah selesai. Kemudian bunganya itu kami minta 2 persen, tapi itu terserah dengan pemerintah," ujarnya.

Abdul menambahkan indikator kinerja keuangan PTPN III Holding yang telah dipelajari oleh konsultan PTPN dengan adanya pinjaman ini serta diikuti oleh transformasi yang tengah dilakukan PTPN akan meningkatkan pendapatan PTPN dalam 10 tahun kedepan dengan rata-rata 3,5 per tahunnya, EBITDA juga akan naik sekitar 9 persen dan laba bersih akan naik 200 persen.

"Kalau ini tercapai, kita telah membuat program detailnya, transformasi holistik kami, maka PTPN pada tahun 2030 dapat memberikan margin 17 persen atau mendekati rata-rata industri," jelasnya.