Minggu, 19 Juli 2020

Bank Akan Kembali Potong Bunga Deposito Setelah BI Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15 dan 16 Juli 2020, memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) atau suku bunga acuan menjadi 4 persen dari 4,25 persen.

Pada bulan sebelumnya, BI juga telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin. Jika dihitung sejak awal 2020, BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menyambut positif penurunan suku bunga acuan ini. Menurutnya, perbankan seperti BCA dapat kembali menurunkan bunga deposito untuk nasabahnya.

Bank Akan Kembali Potong Bunga Deposito Setelah BI Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan

"Saat ini kita banyak diskon pinjaman ke nasabah. Jika suku bunga BI turun, maka bunga deposit juga dapat turun jadi sangat baik untuk perbankan," kata Jahja.

Sebagai informasi, suku bunga BCA tergolong sebagai salah satu yang paling rendah di Indonesia. Sejak 24 Juni 2020, BCA telah memotong suku bunga deposito dari awalnya 3,95 persen menjadi 3,8 persen. Hitungan ini berlaku rata untuk bunga dengan tenor 1 hingga 12 bulan.

Menurut data Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia per 16 Juli 2020, suku bunga perbankan di Indonesia rata-rata mencapai 5,19 persen. Angka ini turun dari 15 Juli 2020 dengan rata-rata 5,22 persen.

Untuk tenor 1 bulan, Deutshce Bank memasnag bunga deposito paling kecil yaitu 2,24 persen. Sementara untuk 3 bulan, Deutshce Bank juga merupakan yang terendah yaitu 2,46 persen.

Deutsche Bank juga tercatat menjadi pemberi bunga deposito paling kecil untuk tenor 6 dan 12 bulan yaitu 2,52 persen untuk 6 bulan dan 2,71 persen untuk 12 bulan.