Kamis, 09 Juli 2020

Aplikasi TikTok Siap Hentikan Operasi Di Hongkong Setelah Pemberlakuan UU Keamanan Darurat

Aplikasi TikTok dikabarkan akan keluar dari China. Kabar ini disampaikan oleh juru bicara TikTok kepada Reuters.

Langkah TikTok ini terkait dengan keputusan perusahaan teknologi lain seperti Facebook yang telah menghentikan sementara pemrosesan permintaan pemerintah setempat untuk data pengguna yang ada disana.

TikTok memutuskan untuk keluar dari Hongkong atau HK setelah Tiongkok memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional yang baru di Hongkong.

"Mengingat peristiwa baru-baru ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi aplikasi TikTok di Hongkong," kata juru bicara TikTok.

Aplikasi TikTok Siap Hentikan Operasi Di Hongkong Setelah Pemberlakuan UU Keamanan Darurat

TikTok adalah media sosial berbagi video yang dikembangkan oleh ByteDance. Perusahaan ini sendiri adalah perusahaan yang berbasis di China dan dimiliki oleh warga negara China. Namun, TikTok sebelumnya telah menyampaikan bahwa data pengguna aplikasinya tidaklah disimpan di China.

Lebih lanjut, TikTok menegaskan bahwa perusahaannya akan sangat menjaga keamanan data dari para pengguna terutama pengguna dari negara yang tengah terlibat konflik dengan China seperti India. TikTok sendiri telah masuk kedalam aplikasi yang diblokir oleh pemerintah India. Beberapa hari yang lalu, pemerintah India memblokir 59 aplikasi yang berasal dari China dan TikTok adalah salah satu aplikasi tersebut.

CEO TikTok, Kevin Mayer melalu sebuah surat kepada pemerintah India pada 8 Juli 2020 mengatakan bahwa pemerintah China tidaklah pernah meminta data dari para pengguna negara India.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa pemerintah China tidak pernah meminta satupun kepada kami terkait dengan data pengguna India. Jika pun kami diminta untuk melakukannya di masa depan, kami memiliki pendirian untuk tidak akan melakukannya," tulis Mayer didalam surat tersebut.

TikTok saat ini tidaklah dapat digunakan di China. Namun, jejaring sosial untuk berbagi video ini dimiliki dan dikembangkan oleh perusahaan yang berasal dari China yaitu ByteDance.

Seiring dengan meningkatnya popularitasnya, TikTok saat ini tengah agresif mengembangkan layanan yang mereka miliki di berbagai negara termasuk India.