Jumat, 19 Juni 2020

Transaksi Digital Naik 64 Persen Selama Pemberlakukan PSBB

Bank Indonesia mencatatkan kenaikan transaksi digital atau uang elektronik selama penerapan PSBB pada periode bulan April 2020 yang mencapai 64,48 persen secara tahunan. Sementara itu untuk volume transaksi digital naik 37,35 persen secara tahunan.

"Perkembangna ini mengindikasikan menguatnya kebutuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital termasuk meningkatnya minat masyarakat dengan digital payment ditengah penurunan aktivitas ekonomi selama PSBB," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Sementara itu, BI mencatat kelancaran sistem pembayaran baik itu tunai ataupun non-tunai dapat tetap terjaga. Posisi uang kartal yang diedarkan pada Mei 2020 mencapai Rp 798,6 triliun atau turun 6,06 persen.

Transaksi Digital Naik 64 Persen Selama Pemberlakukan PSBB

Sejalan dengan berkurangnya aktivitas ekonomi karena pandemi COVID-19 dan juga penundaan cuti bersama Idul Fitri maka total transaksi non-tunai seperti penggunaan ATM dan kartu kredit pada April 2020 turun menjadi 18,96 dari 4,72 persen pada bulan Maret.

Peningkatkan transaksi digital membuat Bank Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan dari QRIS untuk berbagai sektor seperti pembelanjaan UMKM serta toko retail tradisional.

"kedepannya, Bank Indonesia akan terus meningkatkan efektivitas dari kebijakan sistem pembayaran pada era "New Normal" terutama untuk mendorong aktivitas ekonomi digital dengan perluasan implementasi dari QRIS pada berbagai sektor," katanya.

Untuk meningkatkan digitalisasi, Bank Indonesia terus mendukung efektvitas dari berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk memulihkan ekonomi nasional seperti penyaluran bbantuan sosial non-tunai serta Gerakan Bangga Buatan Indonesia.

"Hal ini dilakukan dengan melalui ketersediaan infrastruktur pada sistem pembayaran dan kemudahan penggunaan instrumen pembayaran," katanya.