Selasa, 09 Juni 2020

Bank Dunia Prediksi Perekonomian Dunia Alami Resesi Terburuk Dalam 80 Tahun Terakhir Akibat COVID-19

Pandemi virus corona atau COVID-19 yang menyebabkan banyak negara di dunia melakukan lockdown atau isolasi total telah membuat perekonomian global menjadi kacau.

Walaupun banyak negara telah mulai secara bertahap melonggarkan isolasi yang diterapkan akan tetapi Bank Dunia memprediksi bahwa tahun ini, perekonomian global akan menghadapi resesi terburuk dalam 80 tahun terakhir.

Pandemi yang telah menginfeksi sekitar tujuh juta orang diseluruh dunia ini membawa banyak negara mengeluarkan kebijakan untuk penduduknya supaya dapat melakukan kegiatan di rumah dan membuat banyak pelaku usaha tidak dapat menjalankan usaha yang mereka miliki.

PDB dunia diperkirakan akan terkoreksi hingga menjadi -5,2 persen pada 2020.

Kinerja perekonomian yang tertekan terjadi walaupun banyak negara telah mulai memberikan stimulus berupa bantuan fiskal dan moneter. Triliunan dollar AS telah dikucurkan demi membantu perusahaan dapat tetap beroperasi, menjamin ketersediaan likuiditas dan uang kas bagi konsumen rumah tangga hingga membantu pasar keuangan untuk dapat berjalan secara normal.

Bank Dunia Prediksi Perekonomian Dunia Alami Resesi Terburuk Dalam 80 Tahun Terakhir Akibat COVID-19


Walaupun begitu, perekonomian negara maju seperti Amerika Serikat dan zona Eropa akan melorol cukup dalam yaitu sekitar 7 persen. Ekonomi Amerika Serikat diproyeksikan akan terkontraksi hingga 6,1 persen sebelum akhirnya dapat kembali rebound pada 2021.

Pada kuartal I tahun ini menjadi periode terburuk untuk dunia barat akan tetapi sebagian besar negara Asia terutama China telah menerima dampak dari pandemi ini sejak Januari 2020.

China yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia diproyeksikan hanya dapat tumbuh 1 persen pada tahun ini, turun jauh dari realisasi tahun lalu yang mencapai 6,1 persen.

Pada sisi lain, Bank Dunia juga mencatat bahwa pandemi ini akan mengakibatkan luka yang dalam pada perekonomian. Investasi akan tetap rendah untuk periode waktu yang dekat serta perdagangan dan rantai pasokan global akan terkikis dalam beberapa waktu ke depan.

Kondisi semakin buruk karena jutaan penduduk dunia telah mengalami PHK. Di Amerika Serikat, jumlah tenaga kerja yang mengalami pemutusan kerja mencapai rekor terbaru sejak Depresi Besar pada tahun 1930-an lalu. Bank sentral setempat yaitu Federal Reserve (The Fed) juga telah menekankan kekhawatirannya terkait dengan pekerja yang di PHK sebagai akibat dari krisis.

Resesi juga akan semakin parah jika ternyata waktu yang dibutuhkan untuk dapat mengontrol pandemi ini lebih lama dari perkiraan sehingga menjadi tekanan bagi sektor keuangan yang membuat beberapa perusahaan terancam bangkrut.

Bank Dunia menambahkan bahwa perekonomian negara berkembang berada pada posisi yang lebih mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan oleh sistem kesehatan negara berkembang yang dianggap kurang baik jika dibandingkan dengan negara maju. Selain itu, keterlibatan negara berkembang didalam perekonomian global yang lebih kuat menyebabkan penyebab mengapa negara berkembang akan sulit berbuat banyak ketika kekacauan perekonomian global semakin buruk dan lama.