Selasa, 17 Maret 2020

Harga Emas Kembali Berbalik Arah Setelah Melemah 3 Persen

Harga emas hari ini kembali menyentuh level 1.500 dollar AS per ons troi, setelah turun hampir 3 persen karena kekhawatiran atas korban ekonomi global akibat virus corona yang menyebar dengan cepat di beberapa negara.

Kecemasan ini mendorong sebagian besar investor membuang sebagian besar aset dan menimbun uang tunai. Emas menjadi aset utama untuk investor untuk melikuidasi posisi.

"Uang tunai dan obligasi adalah raja saat ini. Ini hanya tempat dimana investor dapat melihat nilai dalam hal apa yang mereka pegang," kata Analis Oanda Craig Erlam.

"Investor membenci ketidakpastian, tetapi saat ini kami melihat bahwa sepenuhnya buta sehingga itu sebabnya kami melihat begitu banyak kepanikan dan keresahan yang terjadi di pasar," jelasnya.

Harga Emas Kembali Berbalik Arah Setelah Melemah 3 Persen

Harga emas hari ini di pasar spot turun 2,6 persen menjadi 1.475,26 dollar AS per ons troi pada pukul 19.00 WIB setelah merosot cukup dalam sebesar 5,1 persen yang merupakan level terendah sejak November 2019.

Tetapi, pada pukul 21.30 WIB, harga emas berbalik arah sebesar 0,07 persen ke posisi 1.515,22 per ons troi. Sedang emas berjangka AS naik 1,06 persen menjadi 1.502,30 dollar AS per ons troi.

Disisi lain, Bursa saham Eropa gagal rebound setelah terjadi aksi jual tajam pada sesi sebelumnya yang disebabkan oleh kepanikan terhadap virus corona serta dampaknya terhadap bisnis dan ekonomi.

Dollar AS naik lebih dari 1 persen terhadap rata-rata matau uang didunia sehingga membuat emas menjadi semakin mahal untuk pemegang mata uang lainnya.

Sejauh ini pandemik virus corona telah menewaskan lebih dari 7.000 orang dan menginfeksi lebih dari 182.260 orang diseluruh dunia yang menyebabkan negara dan bank sentral melakukan berbagai langkah untuk melindungi ekonomi mereka dari ancaman wabah corona ini.

"Kami percaya bahwa faktor baru utama dapat membebani harga emas yaitu harga minyak yang turun tajam dan resesi ekonomi yang semakin meningkat sehingga memicu kekhawatiran di kalangan pasar guncangan deflasi. Itu akan menjadi suatu hal yang fatal untuk emas," kata analis dari Commerzbank.