Sabtu, 29 Februari 2020

IHSG Masih Dianggap Lebih Aman Dibandingkan Bursa Lain Walaupun Sama-Sama Bergerak Di Area Negatif

Virus corona telah menginfeksi pergerakan saham di bursa global. Ini salah satunya yang terlihat dari pergerakan Wall Street yang terkoreksi dalam enam sesi secara beruntun. Diperkirakan pasar saham di seluruh dunia kehilangan lebih dari USD 3,4 triliun dalam lima hari perdagangna.

Tidak hanya di luar negeri, IHSG di pasar modal Indonesia pada penutupan sesi terakhir minggu ini terjun bebas 1,5 persen atau setara dengan 82,89 poin.

Analisa Bursa sekaligus Direktut PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa pelemahan IHSG ini wajar ditengah mayoritas investasi yang ada di pasar modal Indonesia adalah modal asing.

IHSG Masih Dianggap Lebih Aman Dibandingkan Bursa Lain Walaupun Sama-Sama Bergerak Di Area Negatif

"Pada saat terjadi permasalahan virus corona kemudian masalah perekonomian yang melambat, apalagi Bank Dunia dan IMF telah mengatakan bahwa PDB China kemungkinan turun 1 persen pada kuartal I yang akan berdampak pada perekonomian Indonesia sebesar 0,3 persen. Sehinga pelaku pasar keluar di pasar modal Indonesia," jelasnya.

Namun begitu, Ibrahim menganggap bahwa penurunan tersebut masih tergolong kecil dibandingkan dengan pergerakan pasar modal di negara lain. Menurutnya, para pelaku di Indonesia telah lebih responsif untuk mengantisipasi dampak corona seperti memainkan instrumen derivatif transaksi valas di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

"Tapi masih kecil dibandingkan dengan bursa lainnya. Mereka anjlok, bahkan turunya jauh lebih dalam dari Indonesia. Indonesia memiliki beberapa strategi untuk menghindari arus modal asing keluar. Salah satunya dengan intervensi di surat berharga, obliasi, pasar spot dengan membeli valuta asing hingga cara pasar DNDF," jelasnya.

Di pasar DNDF ini juga telah terjadi 3 kali transaksi dalam satu minggu. Hal ini disebabkan oleh pasar DNDF yang diperdagangkan adalah pasar valas dan oblikasi. Itu cukup membantu untuk menahan modal asing keluar dari Indonesia," tambahnya.

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa jika penyebaran dari virus ini tidak dapat diatasi secara maksimal dalam waktu dekat maka akan menyebabkan pasar saham bergerak semakin tidak terkendali ke arah negatif.

"Iya, pasti. Karena kita tahu bahwa WHO telah mengatakan bahwa virus corona ini memiliki potensi menjadi wabah pandemik karena telah menyebar ke lintas benua. WHO sendiri telah mengatakan bahwa penyebaran virus ini dluar dugaan," jelasnya.