Sabtu, 01 Februari 2020

Gubernur BI Yakinkan Investor Untuk Tanamkan Modal Di Indonesia

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyakini bahwa saat ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan investasi di Indonesia. Hal ini didasari oleh kondisi Indonesia yang semakin membaik, ketahanan indonesia yang semakin kuat, stabilitas ekonomi yang terjaga dan momentum pertumbuhan yang terus berlanjut ditengah ketidakpastian global.

Indonesia dapat menjadi salah satu top performer terbaik di Asia dalam mempertahankan stabilitas ekonomi selama tahun 2019. Demikian disampaikan oleh Perry Warjiyo pada acara Visionary Talk yang menjadi bagian dari rangkaian dari Annual Investment Forum 2020.

Pada kesempatan ini Perry juga menjelaskan bahwa salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia adalah dengan bauran kebijakan. Di tengah pelemahan ekonomi global yang masih terus berlangsung, bauran kebijakan Bank Indonesia yang akomodatif akan terus dilanjutkan pada tahun 2020 ini.

Seluruh instrumen bauran kebijakan Bank Indonesia diarahkan untuk dapat mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. Suku bunga kebijakan moneter diturunkan, likuiditas yang lebih dikendurkan dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga. Pelonggaran kebijakan makroprudensial juga kembali dilakukan.

Gubernur BI Yakinkan Investor Untuk Tanamkan Modal Di Indonesia

Bauran kebijakan moneter dan makroprudential yang akomodatif ini bertujuan untuk meningkatkan intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi lainnya pada sisi penawaran ataupun permintaan. Kebijakan akomodatif juga terus ditempuh pada sistem pembayaran yang difokuskan pada penguatan instrumen dan infrastruktur publik yang berbasis digital termasuk implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Kebijakan terkait pendalaman pasar keuangan dan pengembangan ekonomi keuangan syariah juga menjadi fokus untuk dapat mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Annual Investment Forum 2020 adalah acara yang diadakan rutin setiap tahun oleh Bank Indonesia.

Acara ini disusun dengan acara seminar internasional yang menghadirkan pembicara yang berasal dari kalangan ekonomo, pengelola investasi perbankan, pengelola aset global dan bank sentral yang berasal dari berbagai negara.

Salah satu topik pembahasan adalah terkait dengan Pandangan Global dalam Prespektif Eknomi dan Politik dengan pembicara yaitu Jenny Coso (Goldman Sachs Asset Management), Peter Mumford (Euro Asia) dan Andre Da Silva (HSBC). Acara ini dihadiri oleh 150 orang yang terdiri dari berbagai institusi seperti bank sentral dari berbagai negara, pengelola aset perbankan, pejabat pemerintah dan kalangan internal Bank Indonesia.

Dengan forum ini ditargetkan dapat meningkatkan kerjasama dengan pertukaran pengalaman dan ide-ide terkait dengan pengelolaan cadangan devisa serta cara untuk mengatasi berbagai tantangan pengelolaan cadangan devisa saat ini.