Sabtu, 22 Februari 2020

Bank BNI Buka Peluang Untuk Menurunkan Bunga Perbankan

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indoensia pada 19-20 Februari 2020 telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis points menjadi 4,75 persen.

Suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing juga turun sebesar 25 basis points ke level 4 persen dan 5,5 persen.

Terkait keputusan tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI siap untuk ikut menurunkan suku bunga perbankan.

Bank BNI Buka Peluang Untuk Menurunkan Bunga Perbankan

Direktur Human Capital & Kepatuhan Bank Indonesia Bob Tyasika Ananta menjelaskan bahwa pihaknya mencoba untuk memahami tujuan BI untuk menurunkan suku bunga yang dimana dimaksudkan untuk menggerakan perekonomian domestik.

"Tentunya kita juga akan mempertimbangkan untuk mengikuti bagaimana tren bunga tersebut," katanya setelah RUPST PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Menara BNI.

Walaupun begitu, Bob menjelaskan bahwa pihaknya masih akan melihat bagaimana tren suku bunga akan berlangsung kedepannya serta juga menjadikan mekanisme pasar sebagai pertimbangan utama.

Menurutnya, mekanisme pasar ini nantinya adalah salah satu kunci yang akan jadi penentu sikap dari Bank BNI dalam menyesuaikan penurunan suku bunga sekaligus sebagai aspek transmisinya.

"Hanya memang kemudian terdapat mekanisme pasar dan kompetisi yang ada. Jadi kita melihat bahwa ini terdapat suatu pesan yang dikirim otoritas bahwa sektor perbankan harus menurunkan suku bunga untuk dapat menggerakkan ekonomi," jelasnya.

"Jadi nanti kemudian bagaimana mekanisme pasar juga menjadi transmisinya," tandasnya.