Rabu, 08 Januari 2020

IHSG Masih Tertekan Dan Ditutup Di Zona Merah Ke Level 6.225,68

IHSG ditutup pada zona merah pada penutupan perdagangan hari ini. Investor asing melakukan aksi jual yang mencapai Rp 17,69 miliar pada pasar reguler.

Pada penutupan 8 Januari 2020, IHSG harus ditutup terjun 53,65 poin atau sekitar 0,85 persen ke posisi 6.225,68. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,91 persen ke posisi 1.005,45.

Selama perdagangan, pergerakan IHSG tertinggi hingga pada posisi 6.250,12 dan terendah ada pada posisi 6.218,13.

Sebanyak 304 saham berada pada zona merah sehingga juga turun menekan IHSG terus berada di zona merah sedangkan sebanyak 104 saham menguat dan 129 saham stagnan.

IHSG Masih Tertekan Dan Ditutup Di Zona Merah Ke Level 6.225,68

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 475.592 kali dengan volume mencapai 8,3 miliar saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp 6,6 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 17,69 miliar pada pasar reguler dan posisi dollar AS berada pada level Rp 13.893.

Dari 10 sektor yang membentuk IHSG, hanya satu sektor yang ada di zona hijau yaitu pertambangan yang naik 0,68 persen.

Sementara itu, sektor yang melemah dipimpin oleh sektor industri dasar yang anjlok 2,15 persen. Setelah itu adalah sektor perkebunan yang turun 1,55 persen dan sektor konstruksi yang turun 1,06 persen.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG pada zona merah antaranya adalah SHID yang turun 18,84 persen ke level Rp 2.800 per saham, SONA melemah 18,83 persen ke level Rp 4.850 per saham dan BAYU turun 15,61 persen ke level Rp 1.000 per saham.

Saham yang mengalami penguatan antara lain adalah KPAL yang naik 34,58 persen ke level Rp 144 per saham, SSTM menguat 25 persen ke level Rp 500 per saham dan FIRE yang naik 24,56 persen ke level Rp 284 per saham.