Sabtu, 28 Desember 2019

Pemerintah Berikan Kado Tahun Baru 2020 Berupa Pembatalan Kenaikan Tarif Listrik 900 VA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan bahwa pengguna listrik golongan 900 VA untuk Rumah Tangga Mampu tidak akan dikenakan penyesuaian harga terhitung pada 1 Januari 2020 yang akan datang.

Keputusan ini dipastikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif setelah mempertimbangkan stabilitas ekonomi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

"Belum ada kenaikan untuk 900 VA. Kita akan jaga stabilitas dulu," kata Arifin.

Rencana kebijakan penyesuaian tarif dinilai oleh Arifin belum diperlukan walaupun PLN tengah meminta permohonan penyesuaian kepada Kementerian ESDM.

Pemerintah meminta pihak PLN untuk dapat melakukan verifikasi data pelanggan 900 VA terlebih dahulu dengan akuran sehingga kebijakan ini akan dapat tepat sasaran nantinya jika direalisasikan.

Pemerintah Berikan Kado Tahun Baru 2020 Berupa Pembatalan Kenaikan Tarif Listrik 900 VA

"Kita masih melakukan pendataan yang lebih detail supaya tidak salah sasaran. Sampai PLN siapkan datanya. Ini kan prosesnya harus melewati banyak lembaga," tegas Arifin.

Nantinya, pendataan pelanggan PLN akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh BPS mengenai jumlah pelanggan PLN pada golongan Rumah Tangga Mampu.

Sesuai dengan data PLN per 31 Oktober 2019, jumlah pelanggan 900 VA - RTM tercatat mencapai 22,1 juta. Adapun pada 2020 mendatang jumlah tersebut akan naik menjadi sekitar 24,4 juta.

Tarif listrik golongan 900 VA RTM yang bersubsidi sendiri mencapai Rp 1.352 per kWh dengan jumlah pelanggan mencapai 24,4 juta pelanggan. Sementara itu untuk tarif golongan non subsidi, 1.300 VA hingga 6.600 VA keatas di patok Rp 1.467,28 kWh.

Walaupun begitu, pembatalan kenaikan tarif listrik ini tidak akan berdampak pada meningkatnya jumlah subsidi listrik sehingga tidak akan membebani APBN 2020.

Arifin meminta PLN untuk dapat meningkatkan efisiensi dengan salah satunya adalah dengan mengurangi konsumsi BBM pada pembangkit listrik yang mereka miliki.

"Masih banyak yang dapat dihemat. Kami arahkan supaya dapat beralih ke energi murah sehingga dapat menjadi lebih efisien kedepannya," jelasnya.

Langkah efisiensi lainnya adalah dengan mempersiapkan regulasi terkait dengan perpanjangan kebijakan harga batu bara khusu di dalam negeri atau Domestic Market Obligation.

"Dengan aturan ini kita ingin memastikan bahwa tarif listrik tidak akan naik karena ekonomi global yang masih belum membaik sehingga kita harus menjaga industri kita supaya dapat bertahan dan bangkit kembali," tambah Arifin.

Target DMO diputuskan tetap pada 25 persen dari produksi batu bara dan harganya adalah 70 dollar AS per ton.

"Tetap, tidak ada perubahan aturan. Semuanya masih sama yaitu 25 persen," kata Arifin.

DMO ini diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 1410 K/30/MEM/2018. Berdasarkan pada Kepmen ini maka harga batu bara untuk penggunaan PLN dipatok menjadi 70 dollar AS per ton.