Sabtu, 21 Desember 2019

Ekonom Faisal Basri Ragukan Dana Desa Dinikmati Langsung Oleh Masyrakat

Ekonom Senior Faisal Basri menganggap bahwa dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat lebih banyak dinikmati oleh para elitnya saja. Hal ini menyebabkan bahwa dana desa tidak akan dapat mendorong konsumsi beserta daya beli masyarakat.

"Saya duga dana desa ini yang paling banyak menikmati dana ini adalah para elit di desa. Tidak banyak efeknya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya beli," katanya pada sebuah diskus yang bertajuk Alarm Perlambatan Konsumsi di Jakarta.

Menurutnya, dana desa ini seharusnya dapat meningkatkan daya beli dan konsumsi warga jika digunakan untuk berbagai proyek padat karya yang dapat berdampak pada ekonomi masyarakat.

Ekonom Faisal Basri Ragukan Dana Desa Dinikmati Langsung Oleh Masyrakat

"Kecuali kalau dana ini digunakan untuk proyek padat karya di desa baru bisa dorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli," ungkapnya.

Selain itu, proyek pembangunan di desa pun dapat mendorong ekonomi dan daya beli jika memanfaatkan tenaga kerja warga setempat seperti pembangunan akses jalan di desa.

"Di desa membutuhkan pembangunan akses jalan, dana desanya untuk beli semen yang kemudian sisanya digunakan untuk bayar masyarakat setempat yang bekerja gotong royong secara cash," jelasnya.

Akan tetapi, hal ini tidak terwujud di semua desa. Pasalnya, banyak desa yang kekurangan tenaga kerja karena ditinggal oleh warganya merantau keluar dari desanya.

"Desa-desa tertentu memiliki kasus kekurangan tenaga kerja karena mereka sebagian merantau ke luar negeri sebagai TKI ataupun ke kota besar," jelasnya.

Selain itu, ia mengharapkan bahwa dana desa ini harus diperbaiki terutama dalam hal sistem karena setiap desa tidak dapat dipukul rata dari Sabang dan Merauke karena setiap desa memiliki permasalahan yang berbeda.

"Saya setuju dana desa akan tetapi masalahnya adalah desa ini dipukul rata dari Sabang sampai Merauke. Saya rasa lebih baik diserahkan kepada lokal karena lokal yang lebih tahu," jelasnya.