Minggu, 08 Desember 2019

AJAIB Di Hapus Dari Daftar Fintech Illegal Oleh OJK

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dan PT Takjub Teknologi Indonesia atau AJAIB telah menyampaikan bahwa nama AJAIB telah dihapus dari daftar fintech ilegal secara efektif.

Pada akhir November lalu, OJK menindaklanjuti fintech pinjaman online ilegal yang belakangan waktu diketahui telah melakukan pencurian identitas dari perusahaan Ajaib Technologies dan menggunakan nama perusahaan tersebut dengan tidak semestinya.

Akibat penyalahgunaan ini, tersebar hoax bahwa AJAIB merupakan perusahaan P2P Lending atau lebih akrab disebut dengan nama pinjaman online.

AJAIB Di Hapus Dari Daftar Fintech Illegal Oleh OJK

Walaupun telah terdaftar dan diawasi langsung oleh OJK sejak 2018 dan memiliki lebih dari 300 ribu pengguna, AJAIB, sebagai penyedia reksa dana online terbesar di Indonesia pun tidak luput dari serangan hoax seperti ini.

Sepanjang Agustus 2018 hingga November 2019, Kominfo telah menemukan sebanyak 3.901 berita hoax yang disebarkan ke masyarakat yang 260 diantaranya merupakan berita hoax yang disebarkan pada bulan November 2019. Kategori berita tersebut juga bermacam-macam yaitu salah satunya adalah keuangan. Pada situasi ini, tentunya akan mempengaruhi kredibilitas perusahaan terutama status perusahaan sebagai perusahaan investasi.

Pihak AJAIB mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh OJK untuk melindungi masyarakat. Satgas Waspada Investasi juga dengan cepat tanggap dan mendukung kami untuk meluruskan kesalahpahaman ini.

"Kami memiliki komitmen untuk mendukung program OJK dengan menyediakan solusi investasi yang aman untuk 300 ribu investor yang telah mempercayai AJAIB beserta calon investor lain di seluruh Indonesia," kata Anderson Sumarli, CEO dari AJAIB.

AJAIB saat ini terdaftar sebagai agen penjual efek reksa dana atau APERD sejak tahun 2018 dan telah memenuhi semua regulasi yang ada dibawah pengawasan langsung dari OJK.

Pada akhir audiensi nya dengan pihak terkait, Satgas Waspada Investasi telah mengonfirmasikan kepada pihak Hubungan Masyarakat OJK beserta Kementerian Komunikasi dan Informasika untuk mengamankan nama AJAIB dari daftar fintech P2P lending ilegal.

OJK juga berkomitmen untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap perusahaan fintech ilegal yang menggunakan nama AJAIB Technologies.

Pada kesempatan yang sama, AJAIB ini juga telah menyampaikan terbentuknya satgas internal yang akan membantu OJK memberantas hoax dan penyalahgunaan nama perusahaan mereka yang juga disambut dengan baik oleh OJK. Pembentukan satgas ini diharapkan dapat membantu akses masyrakat terhadap produk investasi yang lebih aman di pasar modal.

Sejak dimulai, AJAIB berhasil meningkatkan penetrasi investasi di Indonesia dengan layanan reksa dana online. Dengan didukung oleh Softbank, AJAIB berhasil mendapatkan lebih dari 300 ribu pengugna dan bekerjasama dengan 25 manajer investasi yang memiliki rekam jejak terbaik.