Minggu, 03 November 2019

Pertamina akhirnya Buka Suara Mengenai Pencopotan Dirut Pertaiman Power Indonesia

PT Pertamina buka suara mengenai pencopotan Dirut PT Pertamina Power Indonesia di tengah proyek PLTGU Jawa-1 yang masih berjalan dan akan selesai pada tahun 2021.

Surat pemecatan Ginanjar sebagai Dirut PPI telah ditandatangani oleh direksi Pertamina dan proses serah terima jabatan akan dilakukan secepat mungkin.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengaku bahwa tidak ada hal istimewa dalam pencopotan dirut dari anak usaha Pertamina yang didirikan pada Agustus 2017 untuk fokus pada sektor kelistrikan tersebut.

Pertamina akhirnya Buka Suara Mengenai Pencopotan Dirut Pertaiman Power Indonesia

Menurutnya, pergantian tersebut merupakan sebuah rotasi dan mutasi rutin yang dilakukan. "Biasa saja itu. Nanti akan segera ada penugasan berikutnya," jelas Fajriyah.

Sebelumnya, Ginanjar enggan berkomentar terlalu banyak mengenai pencopotannya ketika di konfirmasi. "Mengenai pemberhentian tersebut merupakan wewenang dari direksi. Saya tidak dapat bicara terlalu banyak," jelasnya.

Namun, dirinya menjelaskan bahwa proyek tersebut sejauh ini berjalan sesuai dengan target dan telah berjalan 30 persen. Bahkan progresnya sempat melebihi target awal. Proyek pembangkit listrik tersebut telah memakan investasi hignga 275 juta dollar AS.

Pengerjaan PLTGU Jawa-1 ini dilakukan oleh PT Jawa Satu Power yang merupakan konsorsium yang dibentuk oleh PPI, Marubeni Corporation beserta Sojitz Corporation. Sementara itu untuk pembangunan konstruksi dilakukan oleh General Electric, Samsung C&T dan PT Meindo Elang Indah, termasuk pemeliharaan pembangkit listrik untuk 25 tahun kedepan.

PLTGU Jawa-1 ini akan terintegrasi dengan fasilitas regastifikasi terapung atau FSRU (Floating Storage Regasitifcation Unit) yang pembangunannya telah dimulai di galangan kapal milik Samsung Heavy Industries di Busan, Korea Selatan.

Total investasi dari PLTGU Jawa-1 ini mencapai 1,8 miliar dollar AS dan sekitar 300-400 juta dollar AS digunakan untuk pembangunan FSRU.