Jumat, 15 November 2019

Kementerian BUMN Kaji Dampak Dari Masalah Keuangan Jiwasraya

Kementerian BUMN menyatakan tengah bersama-sama dengan Kementerian Keuangan mengkaji dampak dari masalah keuangan yang tengah menimpa PT Asuransi Jiwasraya dikarenakan saat ini, perusahaan tersebut mencatatkan risk based capital mencapai -802 persen.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pembahasan terkait dengan perkembangan maslaah Jiwasraya. Salah satunya adalah dengan mengkaji dampak dari masalah keuangan yang dialami oleh perseroan.

Kementerian BUMN Kaji Dampak Dari Masalah Keuangan Jiwasraya

"Ada beberapa aspek yang masih kita tinjau yaitu dampak sistemik dari masalah ini. Jadi terdapat pembicaraan dengan Kementerian Keuangan," kata Tiko.

Dirinya menjabarkan bahwa setelah dilakukan pembedahan laporan keuangan Jiwasraya oleh Kementerian BUMN, terdapat hal yang sebelumnya tidak dijabarkan dengan jelas oleh perseoran seeprti jumlah aset hingga bisnis pencadangannya.

Setelah proses pengkajian tersebut, Kementerian BUMN menyatakan bahwa diperlukan adanya penyesuaian pada operasional bisnis perseroan. Tiko menjelaskan bahwa penyesuaian yang diperlukan tersebut bersifat material.

"Memang secara viability kami melihat harus ada skema pemberesan, tetapi kami sedang memikirkan. Untuk saat ini, kami belum memiliki jawaban yang pasti karena banyak opsi yang harus dipelajari terlebih dahulu," jelas Tiko.

Adapun, dirinya menjelaskan bahwa belum terdapat pembahasan terkait dengan isu pemohonan bailout untuk Jiwasraya yang sebelumnya diungkapkan oleh Komisi XI DPR.

"Tidak ada pembahasan tersebut. Kami sedang emncari mekanisme terbaik untuk membereskan masalah Jiwasraya ini," ungkapnya.