Minggu, 10 November 2019

Bank Mandiri Kembali Hadirkan Produk Keuangan Baru Khusus Untuk Milenial

PT Bank Mandiri Tbk. akan kembali meluncurkan produk kredit untuk segmen KPR yang ditargetkan secara khusus untuk kelas milenial. Peluncurannya direncanakan akan dilakukan pada 2020.

EVP Consumer Loan Bank Mandiri, Ignatius Susatyo Wijoyo menjelaskan bahwa milenial memiliki keunikan tersendiri. Menurutnya, umumnya milenial tersebut masih merasa belum perlu memiliki rumah, merasa berat di uang muka dan cicilan padahal potensi pasar milenial sangatlah besar.

Untuk mendorong potensi tersebut, Bank Mandiri akan menawarkan skema baru yaitu penggabungan penghasilan milenial dengan penghasilan dari orang tua.

Bank Mandiri Kembali Hadirkan Produk Keuangan Baru Khusus Untuk Milenial

"Misalnya, orang tua pensiun 5 tahun lagi, sedangkan calon debitur atau konsumen milenial ini baru akan pensiun 20 tahun lagi. Selama 5 tahun pertama, pemasukan dari orang tua dapat diperhitungkan sebagai bagian dari pemasukan konsumen milenial tersebut," jelasnya.

Susatyo mengatakan bahwa dengan skema ini, maka angsuran yang akan dibayarkan di awal dapat lebih besar jumlahnya. Setelah 5 tahun pertama, jumlah angsuran akan mengecil. Dengan demikian, para milenial ini diharapakn tidak terbebani dengan angsuran yang besar ataupun uang muka.

Sebelumnya, Bank Mandiri telah memiliki produk KPR khusus untuk milenial terutama untuk nasabah payroll yang berusia 21-35 tahun.

Selain itu, bank pelat merah tersebut juga telah mengeluarkan produk KPR yang secara khusus menyasar segmen nasabah milenial.

Produk ini menawarkan suku bunga fix sebesar 6,5 persen untuk 5 tahun dengan masa pinjaman maksimal 25 tahun. Diharapkan dengan adanya produk baru ini akan semakin mendorong pertumbuhan KPR dari Bank Mandiri.

Hingga Agustus 2019, bank dengan kode emiten BMRI ini telah menyalurkan kredit KPR dengan outstanding mencapai Rp 42,96 triliun atau hanya tumbuh 3,45 persen dari periode yang sama tahun lalu. Walaupun begitu, perseroan tetap optimis bahwa KPR akan tumbuh double digit, minimal 10 persen pada akhir 2019 ini.