Selasa, 29 Oktober 2019

Potensi Defisit Daging Sapi Diprediksi Tidak Akan Pengaruhi Harga

Potensi defisit daging sapi atau kerbau untuk periode Oktober hingga Desember 2019 sebanyak 1.621 ton diperkirakan tidak akan terlalu berdampak pada gejolak harga di level konsumen.

Tingkat pertumbuhan konsumsi yang tidak begitu tinggi dibandingkan dengan Ramadhan menjadi alasan mengapa harga akan relatif stabil.

Potensi Defisit Daging Sapi Diprediksi Tidak Akan Pengaruhi Harga

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia Asnawi mengatakan bahwa permintaan daging sapi pda akhir tahun cenderung normal. JIka merujuk pada kondisi tahun-tahun sbeelumnya, dirinya bahwa normalnya permintaan daging sapi dipengaruhi oleh konsumsi dari sumber protein lain seperti daging babi dan ikan.

"Momen natal ini diperingati oleh umat Kristiani. Permintaan daging tidak ke hanya sapi atau kerbau saja akan tetapi bisa daging babi, ayam dan ikan sehingga konsumsi daging sapi akan cenderung stabil dan tidak setinggi pada Ramadhan," kata Asnawi.

Asnawi mengemukakan bahwa permintaan daging sapi sejak Oktober cenderung normal. Kondisi ini tercermin dari pergerakan harga sapi yang masih berada pada kisaran harga normal yaitu Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram nya.

"Permintaan itu cenderung masih normal. Misalnya ada potensi defisit itu pun belum terlihat adanya kenaikan permintaan," kata Asnawi.

Momen libur akhir tahun pun dianggap Asnawi tidak banyak berdampak pada permintaan daging. Kendati ada potensi defisti dirinya memperkirakan bahwa harga akan tetap stabil terutama jika pemerintah melakukan operasi pasar ketika adanya gejolak harga yang tidak wajar.