Selasa, 01 Oktober 2019

Pegadaian Berencana Investasi Di Fintech

PT Pegadaian berencana untuk melakukan beberapa aksi korporasi yang dimana salah satunya adalah menanamkan modal pada perusahaan teknologi finansial atau lebih dikenal dengan fintech. Hingga akhir tahun, Pegadaian menganggarkan RP 500 miliar yang akan digunakan untuk investasi pada bisnis fintech.

"Ya, karena kami juga masih baru jadi kami tidak berani langsung melakukan investasi dalam jumlah besar. Kami harus mengevaluasi keadaan pasar dan juga model bisnis didalamnya apakah oke atau tidak berhubung banyak fintech yang tidak perform dengan baik," kata Dirut Pegadaian Kuswiyoto.
Dirinya menjelaskan bahwa perseroan saat ini telah mengincar tiga hingga lima fintech yang akan di investasi.

Pegadaian Berencana Investasi Di Fintech

Sejauh ini, Pegadaian masih dalam proses penjajakan investasi di fintech yang ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini. Hal ini disebabkan banyaknya aturan yang harus dipenuhi terutama aturan dari OJK.

"Kami patuh kepada aturan yang ada di OJK yang mana fintech yang boleh kami jalin kerjasama dan mana yang tidak boleh. Kami seang memilih karena Pegadaian itu kan kuat dan namanya sejauh ini cukup baik di masyrakat terutama masyarakat menengah kebawah sehingga kami tidak dapat bekerjasama dengan fintech yang asal-asalan," katanya.

Adapun, beberapa kriteria yang diinginkan Pegadaian adalah memiliki fundamental yang kuat serta memiliki basis pelanggan yang telah kuat selain tentunya memiliki izin operasi dari OJK.

Diantara fintech yang diincar oleh perseroan terdapat fintech peer to peer lending ataupun pinjaman online baik itu untuk sektor produktif ataupun konsumtif.

"Mereka fintech itu tentunya juga harus memiliki pemodalan yang kuat dari pemodalnya, sistem yang sudah teruji, manajemen resiko yang bagus yang dibuktikan dengan NPL yang rendah. Itulah beberapa kriterianya," katanya.