Sabtu, 08 Agustus 2020

Pendapatan Bank Dari Sektor Non-Bunga Diprediksi Akan Seret Pada Tahun Ini

 Kinerja pendapatan non bunga atau fee based income perbankan pada tahun ini diperkirakan tidak akan mampu menyamai tahun lalu. Hal ini seiring dengan kinerja dari ekonomi yang lemah serta bisnis transaksi ritel yang terus turun karena kehadiran dari kompetitor finansial teknologi.


Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, total dividen, keuntungan penyertaan ekuitas, komisi/fee/profisi dan administrasi bank umum pada April tahun ini Rp 27,53 trilin, naik tipis dari periode yang sama pada tahun lalu Rp 26,02 triliun. Adapun, total FBI perbankan pada tahun lalu mencapai Rp 82,32 triliun.


Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menjelaskan bahwa kondisi ekonomi membuat roda perekonomian domestik dan global menjadi melemah. Hal ini berdampak pada penyaluran kredit sekaligus kebutuhan bank garansi dan trade finance untuk proyek besar.


Pendapatan Bank Dari Sektor Non-Bunga Diprediksi Akan Seret Pada Tahun Ini


"Saya kira akan sangat berat untuk mencapai angka yang sama pada tahun lalu. Pendapatan FBI dari korporasi yang porsinya besar tentukan akan tertekan," katanya.


Ia mengatakan bahwa sumber FBI yang masih dapat didongkrak hanya ada pada transaksi nasabah ritel seperti isi pulsa, e-money, dompet elektronik, pembayaran e-commerce dan lainnya.


"Hanya saja, hal ini tidak banyak bank yang dapat memanfaatkannya. bank kecil tentunya akan tertekan karena keterbatasan pada teknologi informasi yang mereka miliki," tambahnya.


Trioksa mengatakan bahwa insentif kartu kredit yang diberikan oleh Bank Indonesia akan sangat baik didalam peningkatan penggunaan dan FBI bank. Akan tetapi, hal ini pun akan sangat berat karena nasabah mulai mengurangi penggunaan dari kartu kredit.


Secara terpisah, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro berpendapata hampir sama. Diluar itu, ia menambahkan bahwa perbankan masih belum dapat mengoptimalkan semua potensi yang ada pada transaksi global pelaku usaha baik dalam ataupun luar negeri yang memiliki jaringan internastional.


"Pelaku usaha yang dapat membangun jaringan internasional jumlahnya tidak banyak, sehingga akan berdampak signifikan untuk pendapatan FBI ketika perdagangan luar negeri kita tertekan," jelasnya.


Ari pun mengatakan bahwa perbankan sedikit terlambat didalam mengoptimalkan bisnis transaksi ritel sehingga harus berbagi dengan sektor finansial teknologi yang terus tumbuh.


"Yang dilakukan saat ini adalah terus memperluas pasar transaksi ritel ini. Pembayaran uang kulai di universitas atau perguruan tinggi, lalu pasar bisnis transaksi di daerah luar perkotaan juga harus mulai dibuka," imbuhnya.

Pemerintah Segera Bentuk Komite Industri Dirgantara Untuk Dorong Industri Kedirgantaraan Nasional Menjadi Lebih Baik

 Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN) akan membantuk Komite Industri Dirgantara.


"Arahan dari Menristek sekaligus Kepala BRIN Bambang Brodjenegoro terbaru adalah segera membentuk Komite Industri Dirgantara," kata Koordinator Penyusunan Peta Jalan atau Roadmap Industri Dirgantara di Kementeristek/BRIN Wiwiek Yuliani.


Menurut Wiwiet, komite industri dirgantara ini terdiri dari empat kelompok yaitu pertama Dewan Pengarah yang beranggotakan dari menteri terkait dengan sektor dan industri dirgantara.


Kelompok kedua adalah tim pelaksana yang beranggotakan dari Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan), Kepala BRIN dan para eselon I yang ada di Kementerian terkait.


Pemerintah Segera Bentuk Komite Industri Dirgantara Untuk Dorong Industri Kedirgantaraan Nasional Menjadi Lebih Baik


"Kelompok ketiga adalah jaringan konsultasi publik yang saat ini telah tergabung didalam grup roadmap industri dirgantara yang masuk didalam jaringan konsultasi publik dan anggotanya akan terus berkembang, kami sejauh ini membatasi," kata Wiwiek.


Sedangkan kelompok terakhir beranggotakan tim pakar yang nantinya akan masuk kedalam komite industri dirgantara.


Wiwiek mengatakan bahwa hal ini adalah merupakan arahan dari Menristek yang membuat pihaknya cukup bersemangat karena saat ini menyusun roadmap betul-betul memperhatikan masukan dari para ahli yang tergabung didalamnya.


"Peta jalan industri dirgantara ini sendiri tidak berawal dari nol, walaupun kita belum memiliki peta jalan secara nasional sehingga jika peta jalan ini selesai nantinya menjadi roadmap industri dirgantara yang pertama, akan tetapi sebelumnya terdapat pra-roadmap yang telah disiapkan Lapan, asosiasi dan juga yang disiapkan oleh Bappenas pada 2019. Saat ini kita masih didalam proses perumusan," kata Wiwiek.


Sebelumnya, Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) dan pemangku kepentingan terkait membahas roadmap industri dirgantara nasional didalam AeroSummit 2019 untuk membangun ekosistem kedirgantaraan untuk dapat tumbuh baik secara industri dan SDM untuk dapat menyosong Indonesia Emas 2045.


Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa tujuan utama seminar internasional dan AeroSummit ini adalah untuk mempertemukan para peneliti, enginer dan kalangan industri untuk dapat bersama mengembangkan teknologi pengembangan antariksa terutama teknologi kedirgantaraan.


Dengan roadmap ini diharapkan industri kedirgantaraan Indonesia akan semakin berkembang baik dengan cepat dan lebih maju.


Selasa, 28 Juli 2020

PT INTI dan PT Pos Indonesia Kerjasam Untuk Tingkatkan Layanan Pengiriman Paket

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau INTI Semakin agresif menggandeng sesama perusahaan pelat merah lainnya untuk berkolaborasi.

Kali ini, PT INTI (Persero) menjalin kerjasama strategis dengan PT Pos Indonesia (Persero) terkait dengan sinergi layanan pengiriman paket post, surat dan jasa integrasi logistik.

Hal ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) mengenai pemanfaatan potensi masing-masing pihak.

"Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat kerjasama antara kedua belah pihak, mengoptimalkan potensi dari masing-masing perusahaan sekaligus memacu pertumbuhan bisnis yang menguntungkan satu sama lain," jelas Direktur Utama PT INTI (Persero) Otong Iip.

PT INTI dan PT Pos Indonesia Kerjasam Untuk Tingkatkan Layanan Pengiriman Paket

Penandatanganan kerjasama ini telah dilakukan di Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero), Bandung. Kerjasama ini sendiri ditangatangani langsung oleh Dirut PT INTI (Persero) Otong Iip dan Dirut PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono.

Kerjasama antara INTI dan Pos Indonesia ini adalah langkah awal dari perbaikan kapabilitas melalui pemanfaatan kompetensi, potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak dalam rangka sinergi didalam bidang logistik serta bidang lain yang menguntungkan.

"Kerjasama ini diharapkan tidak hanya terbatas pada layanan pengiriman paket pos, surat ataupun jasa integrasi logistik saja,' lanjutnya.

Kedepannya, kedua belah pihak mengharapkan dapat mengeksplorasi potensi kerjasama lainnya mengingat PT INTI memiliki kapabilitas didalam bidang produksi perangkat telekomunikasi, informatika, elektronika dan produk lain yang terkait.

Dengan perangkat ini, pembangunan pembangkit energi baru terbarukan serta bentuk kerjasama lain yang telah disepakati oleh PT INTI dan PT Pos Indonesia.

"Harapannya, sinergi ini akan berkelanjutan dan memberikan efek domino pada pertumbuhan bisnis di kedua perusahaan," kata Otong Iip.

Bank Indonesia Terbitkan Peraturan Bank Indonesia Untuk Sempurnakan Aturan Pasar Uang Syariah

Bank Indonesia menyempurnakan ketentuan Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah (PBI PUAS). Penyempurnaan aturan ini tertuang didalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/9/PBI/2020 tanggal 20 Juli 2020.

"Penyempurnaan aturan PBI PUAS melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/9/PBI/2020 tanggal 20 Juli 2020 secara otomatis mencabut PBI Nomor 17/4/PBI/2015," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko.

Aturan baru ini kata Onny mulai berlaku pada tanggal 22 Juli 2020. Beberapa penyempurnaan didalam aturan ini yaitu adanya penambahan insturmen baru PUAS berupa Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA).

Bank Indonesia Terbitkan Peraturan Bank Indonesia Untuk Sempurnakan Aturan Pasar Uang Syariah

Selain itu, ketentuan ini juga akan menyederhanakan pengaturan PUAS yang awalnya diatur didalam 1 PBI dan beberpa Surat Edarat Bank Indonesia yang menjadi 1 PBI dan 1 Peraturan Anggota Dewan Gubernur. Penerbitan ketentuan ini bertujuan mendukung pelaksanaan operasi moneter dengan prinsip syariah dan menjaga kebutuhan likuiditas di pasar uang antarbank yang sesuai dengan prinsip syariah.

Hal ini sejalan dengan pengembangan dari pasar uang antarbank dengan prinsip syariah yang dilakukan dengan strategi penguatan regulasi, penguatan infrastruktur dan kelembagaan serta pengembangan instrumen.

Setelah itu adalah perluasan penerbit dan basis investor instrumen paar uang antarbank yang berdasarkan prinsip syariah yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dari industri perbankan berbasis syariah.

Minggu, 19 Juli 2020

Rekomendasi Saham Dan Pergerakan IHSG Untuk Perdagangan Senin 20 Juli 2020

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan besok, Senin 20 Juli 2020 diperkirakan masih akan cenderung bergerak positif dengan menguji level resistance 5.100 pada sesi perdagangan perdana minggu depan.

Analis PT Panin Sekuritas Tbk. William Hartanto mengatakan bahwa IHSG ditutup menurun 18,78 poin atau sekitar 0,37 persen ke level 5.079,58 pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2020. Nilai transaksi IHSG sudah membaik dibandingkan sebelumnya dan saat ini berada pada support MA5 dengan pola candlestick membentuk shooting star yang memperlihatkan daya jual yang masih akan cukup besar.

"IHSG berpotensi mengalami pergerakan terkonsolidasi masih menguji resistance 5.100. IHSG berpotensi untuk bergerak mixed cenderung menguat didalam range 5.020-5.100," katanya.

Adapun, Panin Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang harus dicermati pada sesi perdagangan Senin, 20 Juli 2020 yaitu APIC, ASRI, ACES dan CEKA.

Rekomendasi Saham Dan Pergerakan IHSG Untuk Perdagangan Senin 20 Juli 2020

PT Bursa Efek Indonesia sendiri melaporkan IHSG bergerak variatif pada pekan lalu atau dari periode 13 hingga 17 Juli 2020 dengan kapitalisasi pasar naik 0,97 persen menjadi Rp 5.885,438 triliun.

Seiring dengan kenaikan tersebut, IHSG naik 0,96 persen menjadi 5.097,585 daru 5.031,256. Akan tetapi, nilai transaksi harian turun 12,62 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai Rp 6,943 triliun.

Analis dari Binaartha Sekuritas Nafa Aji Gusta menjelaskan bahwa berdasarkan dari rasio fibonacci, support pertama ataupun resistance pertama berada di kisaran 4.975,54 hingga 5.172,37. Sedangkan dari indikator MACD, RSI dan Stoschastic masih menunjukan sinyal positif.

"Secara esensial, selama pergerakan IHSG masih tetap bertahan di atas batas dari uptrend line maka peluang untuk mencapai resistance paling dekat masih terbuka dengan lebar," jelasnya didalam riset harian.

Binaartha Sekuritas merekonomendasikan beberapa rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan bagi para investor antara lain adalah BBRI, BNGA, INDF, RALS, PNBN dan SMRA.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebut bahwa perkembangan dari COVID-19 akan tetap menjadi pertimbangan para pelaku pasar. Pihaknya memprediksi bahwa vaksin virus tersebut baru akan ditemukan pada akhir 2020.

"Pekan ini kami perkirakan IHSG memiliki peluang konsolidasi yang tidak begitu kuat dengan support ada di level 5.069 hingga 4.985 sedangkan resistance ada pada level 5.116 hingga 5.139," ungkapnya.

Bank Akan Kembali Potong Bunga Deposito Setelah BI Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15 dan 16 Juli 2020, memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) atau suku bunga acuan menjadi 4 persen dari 4,25 persen.

Pada bulan sebelumnya, BI juga telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin. Jika dihitung sejak awal 2020, BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menyambut positif penurunan suku bunga acuan ini. Menurutnya, perbankan seperti BCA dapat kembali menurunkan bunga deposito untuk nasabahnya.

Bank Akan Kembali Potong Bunga Deposito Setelah BI Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan

"Saat ini kita banyak diskon pinjaman ke nasabah. Jika suku bunga BI turun, maka bunga deposit juga dapat turun jadi sangat baik untuk perbankan," kata Jahja.

Sebagai informasi, suku bunga BCA tergolong sebagai salah satu yang paling rendah di Indonesia. Sejak 24 Juni 2020, BCA telah memotong suku bunga deposito dari awalnya 3,95 persen menjadi 3,8 persen. Hitungan ini berlaku rata untuk bunga dengan tenor 1 hingga 12 bulan.

Menurut data Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia per 16 Juli 2020, suku bunga perbankan di Indonesia rata-rata mencapai 5,19 persen. Angka ini turun dari 15 Juli 2020 dengan rata-rata 5,22 persen.

Untuk tenor 1 bulan, Deutshce Bank memasnag bunga deposito paling kecil yaitu 2,24 persen. Sementara untuk 3 bulan, Deutshce Bank juga merupakan yang terendah yaitu 2,46 persen.

Deutsche Bank juga tercatat menjadi pemberi bunga deposito paling kecil untuk tenor 6 dan 12 bulan yaitu 2,52 persen untuk 6 bulan dan 2,71 persen untuk 12 bulan.

Kamis, 09 Juli 2020

PTPN III Minta Dana Talangan Rp 4 Triliun Untuk Keperluan Investasi

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyatakan bahwa perusahaannya membutuhkan dana talangan didalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional sebagai dampak dari COVID-19 pada bidang perkebunan sebesar Rp 4 triliun.

Dirut PT PTPN III Holding Muhammad Abdul Gani menjelaskan bahwa dana talangan ini akan digunakan untuk keperluan investasi yang sempat tertunda karena keterbatasan dana serta tambahan modal kerja dalam meningkatkan produksi dan profitabilitas perusahaan.

"Aset, perbaikan pemupukan dan sebagainya segera akan kita pergunakan apda Agustus ini. Lalu terkait dengan skema pinjaman, kami tawarkan pinjaman melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Sarana Multi Infrastruktur (SMI), lalu ada pemerintah sebagai penjamin, itu kira-kira skemanya," kata Abdul pada RDP dengan DPR.

PTPN III Minta Dana Talangan Rp 4 Triliun Untuk Keperluan Investasi

Seluruh pinjaman pemerintah ini ditargetkan akan seluruhnya ditarik pada tahun 2020 ini dan pengembaliannya akan disesuaikan dengan instrumen yang digunakan. Namun, ia mengharapkan bahwa pengembalian ini baru dapat dilakukan ketika keuangan atau cashflow dari PTPN telah mengizinkan yaitu setelah tahun ke-8.

Ia pun sadar bahwa dana talangan ini merupakan pinjaman dari kas negara yang harus dikembalikan. Oleh karena itu pihaknya merencanakan akan membayar dana talangan ini pada tahun 2028.

"Kami merencanakan bahwa dana pinjaman ini dapat kami kembalikan pokoknya mulai 2028 artinya tahun kedelapan akan kami kembalikan dan dalam 3 tahun telah selesai. Kemudian bunganya itu kami minta 2 persen, tapi itu terserah dengan pemerintah," ujarnya.

Abdul menambahkan indikator kinerja keuangan PTPN III Holding yang telah dipelajari oleh konsultan PTPN dengan adanya pinjaman ini serta diikuti oleh transformasi yang tengah dilakukan PTPN akan meningkatkan pendapatan PTPN dalam 10 tahun kedepan dengan rata-rata 3,5 per tahunnya, EBITDA juga akan naik sekitar 9 persen dan laba bersih akan naik 200 persen.

"Kalau ini tercapai, kita telah membuat program detailnya, transformasi holistik kami, maka PTPN pada tahun 2030 dapat memberikan margin 17 persen atau mendekati rata-rata industri," jelasnya.